Ancient and New Rules in Marketing and PR

 

New Rules in Marketing and PRDavid Meerman Scott

(book cover and Scott’s image, taken from www.amazon.com)

 

Aturan Kuno dan Aturan Baru dalam dunia Pemasaran dan PR, adalah judul buku yang ditulis oleh David Meerman Scott, yang honestly, changed the way I see the whole world of Marketing world. Dalam buku versi Indonesia yang diterbitkan Publishing One, banyak teori dan kasus yang disampaikan, namun dalam postingan ini, ane hanya akan mengutip aturan aturan yang dianggap kuno dan aturan yang mengakomodir dunia pemasaran baru yang digambarkan oleh David Meerman Scott dalam bukunya.

Aturan aturan yang diklasifikasikan sebagai aturan kuno meliputi:

1. Pemasaran berarti Iklan (advertisement).

2. Iklan diperlukan dan digunakan untuk menarik massa.

3. Iklan dirasa cukup untuk mengganggu orang untuk menarik perhatian mereka pada pesan yang ingin disampaikan.

4. Iklan bersifat satu arah –> dari perusahaan ke pelanggan.

5. Berbicara tentang iklan berarti berbicara tentang bagaimana menjual produk atau jasa.

6. Iklan didasarkan pada kampanye yang jangka waktunya pendek.

7. Kreativitas diasumsikan sebagai elemen terpenting dalam suatu iklan.

8. Bagi para agen periklanan, “winning awards for their ads” merupakan target utama yang justru mengenyampingkan target menghasilkan pelanggan baru bagi para klien mereka.

9. Periklanan dan PR (Humas) merupakan dua hal yang berbeda, dilakukan oleh orang yang berbeda, serta memiliki tujuan, strategi, dan tolak ukur yang berbeda pula.

 

Sedangkan aturan baru dalam dunia Marketing (yang sesungguhnya sangat dipengaruhi oleh globalisasi dan era informasi digital) meliputi:

1. Pemasaran lebih dari sekedar beriklan.

2. PR lebih dari sekedar audiens media arus utama.

3. Anda adalah apa yang Anda publikasikan.

4. Publik menginginkan keaslian, bukan tipuan.

5. Publik menginginkan partisipasi, bukan propaganda.

6. Pemasaran adalah tentang penyampaian informasi pada saat yang tepat pada ketika audiens Anda memerlukannya.

7. Para pemasar (Marketer) harus mengubah pola pikir mereka dari pemasaran arus utama kepada massa menjadi sebuah strategi yang menjangkau sejumlah besar orang yang tidak terlayani dengan baik, melalui Web.

8. PR bukanlah tentang atasan Anda melihat perusahaan Anda di TV, melainkan tentang pembeli Anda melihat perusahaan Anda di Web.

9. Pemasaran bukanlah tentang memenangkan penghargaan bagi agensi Anda, melainkan tentang memenangkan bisnis organisasi Anda.

10.Internet telah menjadikan PR kembali ke publik, setelah lama hanya terfokus kepada media saja.

11.Perusahaan harus mampu mendorong orang memasuki proses pembelian melalui konten online yang bagus.

12. Blog, podcast, e-book, news release, dan bentuk konten online lain memungkinkan organisasi berkomunikasi secara langsung dengan pembeli mereka dalam bentuk yang mereka pahami.

13. Dalam Web, tidak ada garis pemisah yang jelas antara Marketing dan PR.

 

Aturan aturan di atas adalah aturan umum yang berkaitan dengan Marketing dan PR. Terdapat pula beberapa aturan baru spesifik lainnya, seperti yang berhubungan dengan News Release dan sebagainya, yang sekali lagi, would absolutely change the way we see and comprehend the whole things about Marketing and PR. Recommended reading, well, as recommended by my Lecturer, Djati Adi Wicaksono, an IT practitioner, a tech-savvy teacher.

What do you say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s