Another Life-Cycle Story

Just got home from Jeni’s crib in Bintaro, ga banyak yang diobrolin, cuma ngalor ngidul, tapi ada satu dua obrolan yang agak jelas, salah satunya, ga tahu kenapa kita malah ngebahas sejarah para nabi dan rasul serta silsilahnya. Dimulai dari pertanyaan Cecep yang sampai berdebat dengan istrinya mengenai siapa nabi yang dihanyutkan di sungai karena menghindari raja yang kejam yang akan membunuh semua bayi laki-laki yang lahir pada masa itu, sampai akhirnya terus merambat ke di mana sebenarnya Nabi Musa AS tinggal, bagaimana kisahnya waktu dikejar Fir’aun dkk. ke Laut Merah, ngebahas juga silsilah nabi mulai dari awal sampai terakhir Nabi Muhammad SAW, banyaklah. Tapi enaknya kita ngobrol sambil online source baik dari Wikipedia maupun Uncle Google menemani, jadi ga terlalu asal juga ngobrolnya.

Besok sudah mulai lagi perkuliahan di pascasarjana Menteng yang kelas malam, harusnya besok sudah langsung UTS untuk mata kuliah Consumer Behavior, tapi karena dosennya sudah 3 kali berturut turut ga masuk, jadi untuk mata kuliah ini sepertinya akan diundur. Paling besok kuliah penggani, Senin baru mulai UTS untuk Global Marketing yang diawali dengan presentasi dari kelompok kami mengenai Redefining A Brand yang dilakukan oleh SAMSUNG.

Tanggal 29 ini, my students di STAN bakalan mulai UTS mereka. Dalam surat undangan sekretariat untuk dosen, diberitahukan agar para dosen mata kuliah hadir untuk memberikan semangat. Memberi Semangat? I believe that semangatnya mahasiswa itu bukan saat dosennya datang, semangatnya mahasiswa itu kalau tahu dosennya enak, ga banyak ngasih tugas, tapi nilai aman. UTS dan UAS tahun kemaren juga sama, dikasih undangan biar dosennya hadir, untuk mata kuliah yang ane asuh, cuma ane sendiri yang datang, dosen yang lainnya? Waktu ditanya ke pihak sekretariat, mereka ada yang rapat lah, ada yang inilah, ada yang itulah. Sesibuk itukah para PNS yang jadi pengajar di STAN? Kalau memang ga bisa nyediakan waktu ngajar, kenapa juga namanya dimasukkan dalam daftar pengajar? Atau mungkin buku-buku di perpustakaan yang sudah sangat boleh dikatakan “uzur” namun ketika ditanya yang barunya bagaimana, alasan “pengadaannya dengan tender dan belum selesai” selalu muncul sebagai senjata andalan? Fakta yang sampai sekarang masih terjadi, ada satu mata kuliah yang buku panduannya masih diambil dari buku cetakan tahun 70-80an! Wajar kalau pola pikir mahasiswa dipaksakan jadi pola pikir “primitif”, padahal pengennya lulusan yang bervisioner. Piye? Pola pemikiran yang sangat njelimet dari instansi pemerintah, tapi ya sudahlah, ngomong dan berkomentar terhadap instansi pemerintah dan kebijakan yang mereka buat sama saja dengan NGOCEH DENGAN BATU, capek mulut udah jelas, batu nya bergerak sedikitpun tidak?

Hal lain yang mungkin menarik hari ini sepertinya tidak ada, karena memang tidak ada sesuatu yang beda dengan hari sebelumnya. Masih di rumah sendirian, my wife and daughter still stay in Bintaro for a while, paling sampai akhir bulan, my brother is still in Purwokerto, tapi kayaknya malam ini sudah dalam perjalanan langsung ke bandung for having a meeting on Friday. Simply alone. Kemaren ada rencana Mas Dian mau main ke rumah, tapi ga jadi, akhirnya, back to loneliness again for tonite. Dari pagi juga paling mantengin berita baru di detik.com, eneg, terutama berita berita yang menyangkut gayus dan sejenisnya. Presiden bilang ga intervensi hukum lah (padahal beberapa kasus lain, walaupun ga eksplisit, Presiden pernah seperti mengintervensi), Adnan Buyung yang malah mengedepankan fakta kalau tahanan lain juga banyak yang keluar bukan cuma Gayus (berasa dengar aduan anak kecil, yang kalau ketangkep berbuat salah, mulai ngajak orang lain juga buat teman dimarahi). Terlalu banyak baca berita politik, sepertinya akan sangat membuat otak dan moral kita terbelakang. Teringat tweet nya Gunawan Muhammad, “banyak artis kita yang jadi politisi, karena artis2nya yang multi talenta atau politisi kita yang “jongkok”?” I guess I am going with the second opinion. Bukti? Kalau udah ngomongin bukti semua yang terlihat dapat dijadikan bukti, walaupun nanti ujung-ujungnya dengan posisi dan uang semua bukti bisa dikaburkan. That’s Indonesia, my homeland country.

Off dulu, seeing my pillow, trying hard to close my eyes, looking forward to having Friday tomorrow. Have a nice rest, everyone!🙂

What do you say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s