Dimana negara saat warganya dianiaya?

Muak, mendengar begitu banyak berita penyiksaan terhadap TKI di negara lain. Sedemikian banyaknya, sampai hampir tidak terhitung, bukan hanya di Malaysia, bahkan di Saudi Arabia yang merupakan tempat di mana kiblat Islam berada, penyiksaan tetap saja berlanjut. Masih mending kalau dipukul, ini sudah dipukul, disetrika, diperkosa, ditusuk, dibunuh. Apa hal ini tidak akan menggiring opini publik yang justru akan menggeneralisasikan bangsa Arab sebagai bangsa penyiksa?

Mungkin bagi sebagian orang beralasan bahwa kalau di Saudi Arabia pembantu dianggap budak dan majikan sebagai pemilik budak bebas amelakukan apapun terhadap budaknya. Tapi, Islam tidak mengadakan perbudakan, bahkan menyuruh umatnya membebaskan budak. Masih jauh lebih sopan orang Indonesia (yang terdiri dari berbagai agama) terhadap pembantunya dibandingkan orang Saudi Arabia (ane pun terpakasa meng-generalisasikan orang Arab sebagai satu kesatuan). Mana ajaran Islam yang cinta damai, penyantun dan penuh kasih sayang? Mereka di Saudi Arabia justru bangsa yang akhirnya men-diskreditkan Islam sebagai agama yang melindungi kekerasan terhadap sesama, sebagai ajaran yang melindungi pemerkosaan dan pembunuhan terhdap orang yang bekerja sebagai pembantu di sana. Bukan hanya Saudi Arabia, Malaysia yang notabene didominasi Muslim, sepertinya juga diam saja terhadap masalah penyiksaan tenaga kerja.

Ok, tidak hanya menyalahkan negara lain, kita juga harus introspeksi diri, ada apa di negara kita sehingga banyak orang yang lebih tertarik bekerja di luar negeri dibandingkan di dalam negeri. KETIDAKPASTIAN! That’s the exact answer! Di negara kita sangat susah mencari lapangan pekerjaan, kalaupun ada, dengan tingkat upah yang terkadang SANGAT TIDAK MANUSIAWI! Sangat wajar kalau akhirnya kebanyakan orang memilih bermimpi untuk bekerja di luar negeri (bahkan walau harus jadi pembantu rumah tangga sekalipun). Ane masih ingat beberapa bulan lalu ada laporan/reportase di sebuah stasiun televisi yang menayangkan seorang karyawan SPBU yang selama lebih 10 tahun mengabdi hanya mendapatkan upah kurang dari 500rb sebulannya! Apa yang menarik lagi di Indonesia ini selain alamnya? Almost nothing! Upah yang pantas hanya bisa dinikmati oleh expatriate yang notabene justru menjadi penjajah di negeri ini. Tidak bermasuk menjadi orang rasis, tapi that’s the fact yang terjadi di negeri tercinta ini! Apa presiden masih tidak mau intervensi terhadap kenyataan ini? Kalau iya, apa fungsi Anda sebagai pemimpin? Sayyidina Umar R.A. saja pernah memikul sendiri karung beras ke tempat warganya yang kelaparan. Anda?

What do you say?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s