A Personal Visit to MANG HERI KOI FARM – Sawangan

Today (March 16th, 2014) was, is, and will always be the most historical moment in my life, in terms of my comprehensive understanding about KOI-FISH world. My partner, Jeni Wardin and I visited Mang Heri Koi Farm in Situ Pengasinan, Sawangan, Depok. Mang Heri’s crib is at Taman Melati Sawangan (few hundreds meter from Rumah Gemilang Al Azhar on Jalan Pengasinan Raya, Sawangan), Blok BG 23A. The farm is actually behind the residence complex yet we need to leave the complex first, turn right onto Jalan Pengasinan Raya, it’s about 1 km away from Taman Melati Sawangan.

We arrived at around 11.15 and met Mang Heri (Heri Hartono, the owner of the farm) in person, face to face. We had a chat, involved in some discussion, threw some ideas, shared our experience, took our lunch, got a little photo session, and most of all, plunged into a very interactive and interesting talks. The visit ended at around 3 in the afternoon. What I can say about him are: He is not smart but GENIUS, He is not kind but EXTREMELY FRIENDLY, he is not a good teacher but A GREAT PROFESSOR! His willing to share all the knowledge about KOI-FISH, his true humbleness about his very vast experiences, his total dedication to the world of KOI, are just some of the reasons among many other reasons why he is more than decent to be appreciated as Indonesia KOI Guru!

The way he treated his guests was just like the way most of us normally treat our beloved family. The manner of which he gave compliments to his colleagues is simply sincere, there were no sign of pretending. We’re just like having a tremendous KOI-MANAGEMENT lecture from an absolutely great scientist! His principle of “when I eat a fruit, it’s a bless from God as well as it’s my obligation to plant the seeds for future existence of other remarkable fruits” surely inspired us as amateur-starters of KOI-FISH benefit-seekers. My partner and I felt so honored to have such a visit!

Mang Heri, hatur nuhun pisan atas semua obrolan, pembicaraan, dan diskusi kita hari ini. Syukran jazilan. Kami tunggu broadcast undangan Panen KOI di Mang Heri Koi Farm ya. Kami pun menunggu waktu Mang Heri untuk hadir di Bintaro. Tenang, Mang, like I told you, saya siapin Pisang yg paling enak! Salam hormat dari kami, Mang… (PS: foto-foto dan video menyusul ya, Mang) Special thanks to agan Arief Wicaksono Hendraningrat yang telah bersedia membantu memberikan panduan awal ke lokasi MHKF

Advertisements

SELAMAT IDUL FITRI 1433 H

Image

Muhammad Agung Darlianto beserta keluarga mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1433 H. Insyaallah dengan selesainya Ramadhan, akan dimulai lagi kesucian diri kita dalam mencari ridha Allah SWT di sebelas bulan berikutnya dan bertemu kembali dengan Ramadhan di tahun-tahun berikutnya. Mohon Maaf lahir Batin atas segala salah, khilaf, dan keliru selama pergaulan baik karena pemikiran, perkataan,

dan perbuatan. Bagi ada di antara sanak saudara, teman2, relasi dan kolega yang masih tersangkut marah dan kesal akibat kata dan perilaku saya dan keluarga, saya mohon diberikan maaf, seandainya sangkutan itu berupa materil, admin memohon kelapangan hati sanak saudara, teman2, relasi, dan kolega sekalian untuk memberikan waktu agar admin dapat mencukupkan penggantinya di masa yang akan datang. Sekali lagi, Selamat HARI RAYA IDUL FITRI, selamat berlibur dan berbahagia bersama keluarga 🙂

49 Logic-Usage Mistakes in Indonesia

This posting was compiled and re-furbished from a note of my friend Selby Irawan (dengan beberapa perubahan dan perbaikan). Thanks for the inspiration and the tagging, Bro 🙂

01. Category Logic Error:

Kesalahan berlogika akibat salah menerapkan kategori. Contoh: Banyak sarjana beranggapan bahwa Dra adalah gelar sarjana untuk wanita. Padahal, gelar dibuat tidak berdasarkan jenis kelamin, melainkan berdasar jenis ilmu pengetahuan. Misalnya, Sarjana Ekonomi (SE), Sarjana Hukum (SH),dll.

02. Usage Logic Error:

Kesalahan penggunaan sesuatu (gelar sarjana) yang tidak pada tempatnya. Contoh: Banyak undangan pernikahan yang mencantumkan gelar sarjana calon pengantinnya. Padahal gelar sarjana harus digunakan untuk kegiatan yang ada hubungannya dengan kegiatan ilmiah atau profesi. Pernikahan bukanlah kegiatan ilmiah maupun profesi.

03. Academic-Degree-Usage Logic Error:

Kesalahan berlogika di dalam pemakaian gelar sarjana. Contoh: Sesudah lulus S-1, lantas meneruskan ke jenjang S-2. Lantas, gelar S-1 dan S-2 nya dipakai semua. Padahal, gelar S-2 merupakan kelanjutan dari S-1. Seharusnya, S-2 saja yang dipakai. Ibaratnya di militer, kalau dari Letkol ya Kol (Kol-nya saja yang dipakai) dan bukan LetkolKol.

04. Knowledge Logic Error:

Kesalahan berlogika karena hal yang dibicarakan belum diketahuinya. Contoh: Seorang sarjana mengatakan, untuk apa belajar logika, toh semua orang bisa berlogika. Yang benar, logika dan ilmu logika itu berbeda. Logika, semua orang bisa. Tetapi, ilmu logika adalah sebuah ilmu yang harus dipelajari.Tidak semua orang belajar ilmu logika. Tidak semua orang mengerti ilmu logika.

05. Profession-Comprehending Logic Error:

Kesalahan berlogika karena tidak memahami profesi seseorang. Contoh: Si A adalah seorang kritikus. Hampir tiap hari menulis kritik di koran. Lantas ada orang mengatakan bahwa Si A itu bisanya cuma mengritik.Ya, di negara manapun yang namanya kritikus tugasnya ya mengritik. Yang namanya penyiar radio tugasnya ya bicara saja. Yang namanya ustadz kerjanya ya berceramah saja.

06. Ability Logic Error:

Kesalahan berlogika karena tidak berdasarkan kemampuan diri sendiri. Contoh: Pemerintah akan menambah PNS baru sebanyak 300.000 orang. Padahal, untuk membayar gaji PNS (yang sudah dinaikkan), pemerintah utang ke Jepang. Menggaji PNS yang ada saja tidak mampu, kok akan menambah 300.000 PNS baru.

07. Written-Interpretation Logic Error:

Kesalahan berloka hanya berdasarkan pada tulisan. Contoh: Ketika Si A menulis surat pembaca berjudul :”SBY Sang Demokrat Sejati”, maka orang mengira penulis tersebut pendukung SBY. Lain kali, Si A menulis surat pembaca berjudul “Akhirnya SBY Ingkar Janji”, orang menilai Si A anti-SBY,pro-Mega atau berasal dari partai gurem. Padahal Si A adalah penulis independen.

08. Causal Logic Error:

Kesalahan berlogika karena tidak melihat penyebabnya. Contoh: Si A adalah anggota sebuah milis. Tiba-tiba dia menerima e-mail yang isinya mendeskreditkan atau mencaci maki . Si A pun membalas. Anehnya, moderator milis justru mengeluarkan Si A dari keanggautaan milis. Sedangkan Si-B yang merupakan penyebabnya tidak dikenakan sanksi apa-apa.

09. End-Result Logic Error:

Kesalahan berlogika karena hanya mengatakan hasil akhirnya saja. Contoh: Sebuah partai politik meng-klaim bahwa harga BBM turun tiga kali (75%). Padahal, sebelumnya telah dinaikkan tiga kali (naik 333.33%). Jadi, status sebenarnya masih naik 333,33%-75% = 258,33%. Namun yang digembar-gemborkan cuma yang turun tiga kali.

10. Dislike-Generalization Logic Error:

Kesalahan berlogika karena menganggap semua pendapat orang yang tidak disukainya adalah salah. Contoh: Si A tidak suka dengan Si B. Apapun yang ditulis atau dikatakan Si-B adalah merupakan tulisan atau ucapan yang salah.

11. Like-Generalization Logic Error:

Kesalahan berlogika karena seseorang menyukai seseorang sehingga semua pendapatnya dianggap benar. Contoh: Para peserta pengajian atau murid pondok pesantren berpendapat bahwa semua ucapan ustadz,ulama atau guru agamanya adalah benar. Benar 100 persen. Tidak mungkin salah. Padahal, seorang ustadz,ulama atau guru agama adalah manusia biasa yang ucapannya bisa saja salah.

12. Ability-Quality Logic Error:

Kesalahan berlogika di mana mengerjakan yang kecil saja tidak mampu, kok akan mengerjakan yang besar. Contoh: Banyak capres yang punya visi akan mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di Indonesia. Padahal, mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di Jakarta saja tidak mampu. Apalagi se-Indonesia.

13. System-Incomprehending Logic Error:

Kesalahan berlogika akibat tidak memahami arti sebuah sistem. Contoh: Ada yang mengatakan “Walaupun sistemnya baik, kalau manusianya tidak baik, maka hasilnyapun tidak baik”.Ini logika yang salah. Sebab, manusia merupakan bagian (subsystem) dari sebuah sistem. Artinya, sistem yang baik, termasuk juga faktor manusia yang baik. Sistem yang baik akan menghasilkan hasil yang baik dan sistem yang buruk akan menghasilkan hasil yang buruk.

14. Definitive-Fault Logic Error:

Kesalahan berlogika akibat tidak memahami definisinya. Contoh: Ada yang berpendapat bahwa Bantuan Langsung Tunai (BLT) tidak efektif untuk mengurangi angka kemiskinan.Ini logika yang salah. Sebab, BLT bukan program pengentasan kemiskinan, melainkan merupakan Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang sifatnya hanya sementara saja.

15. God-Related-Stuff Logic Error:

Kesalahan berlogika karena beranggapan kalau sudah mengatasnamakan Tuhan, tentu tidak bisa disalahkan. Contoh: Umat Islam sering berjanji dengan mengatakan “Insya Allah”. Kemudian ternyata dia ingkar dan tidak meminta maaf. Seolah-olah ingkar janji dengan mengatasnamakan Tuhan merupakan perbuatan yang tidak salah. Padahal, orang yang ingkar janji mempunyai tiga kewajiban. Pertama, melakukan konfirmasi atau pemberitahuan bahwa dia terpaksa tidak bisa menepati janji. Kedua, harus ada alasan yang kuat. Ketiga, tidak mengulangi kesalahannya lagi.

16. Irrasionality Logic Error:

Kesalahan berlogika karena punya anggapan yang salah. Contoh: Ketika dukun cilik Ponari tidak praktek, maka para pasiennya berbuat tidak rasional. Antara lain, mencelupkan kartu nomor urut ke air di dalam gelas, kemudian meminumnya. Sebagian lagi mengambil air buangan dari kamar mandi Ponari. Air di saluran yang kotor itu diendapkan di gelas atau botol air mineral, kemudian diminumnya. Mereka beranggapan semua air di rumah Ponari bisa menyembuhkan penyakit.

17. Breakdown Logic Error:

Kesalahan berlogika akibat tidak mampu menjabarkan tujuan. Contoh: Semua gubernur/bupati/walikota berkeinginan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di daerahnya masing-masing. Tetapi, tidak tahu bagaimana menjabarkan tujuan itu secara rinci.

18. Null Logic Error:

Kesalahan berlogika karena tidak menyadari kalau yang dilakukan tidak ada hasilnya. Contoh: Ketika Israel menyerang Palestina, maka ada gerakan yang mengajak boikot produk Amerika. Ini merupakan gerakan moral-politik yang positif. Tetapi, hasilnya nihil. Sebab, Amerika tetap tidak akan mengubah keputusan-keputusan politiknya.

19. Objective-Misleading Logic Error:

Kesalahan berlogika karena salah mengartikan tujuan. Contoh: Banyak orang beranggapan bahwa tujuan kuliah adalah mencari gelar sarjana. Padahal, tujuan kuliah sesungguhnya yaitu mencari,menuntut dan memperdalam ilmu pengetahuan.

20. End-Game-Essence Logic Error:

Kesalahan berlogika karena sebuah hasil yang tidak signifikan. Contoh: Sebuah iklan politik di TV mengatakan, pemerintah telah berhasil menurunkan angka kemiskinan. Padahal, dengan APBN lebih dari Rp 1.000 triliun, angka kemiskinan cuma turun kurang dari 1 persen. Sebuah hasil yang tidak signifikan.

21. Comparative Logic Error:

Kesalahan berlogika karena salah menggunakan basis perbandingan. Contoh: Ada yang mengatakan lulusan UI lebih berkualitas daripada lulusan UGM.Misalanya, Si A lulusan UI,matakuliah X mendapat nilai 90, sedangkan Si-B lulusan UGM di mana matakuliah X mendapat nilai 80. Orang menilai Si A lebih pandai daripada Si B. Padahal, materi kuliah Si A cuma 100 halaman, sedangkan materi kuliah Si B 300 halaman. Seharusnya, membandingkan sesuatu harus berdasarkan basis yang sama.

22. Survey-Result Logic Error:

Kesalahan berlogika karena hasil survei dianggap 100 persen benar. Contoh: Hasil survei politik menunjukkan bahwa capres A adalah yang paling populer. Maka para pemilihpun terpengaruh. Diapun akhirnya memilih Si A. Padahal, kriteria capres berkualitas tidak cukup dari faktor popularitas saja, melainkan juga faktor kepemimpinan (leadership), prestasi yang pernah dilakukan, moralitas, dll.

23. Personality-Misunderstanding Logic Error:

Kesalahan berlogika karena belum mengenal pribadi seseorang. Contoh: Dalam kehidupan sering kita temukan orang menilai tanpa mengenal orang yang bersangkutan. Misalnya, Si A menilai Si B itu sombong, pelit, sok pintar, dll. Padahal, kenal saja belum.

24. Other-Factors Logic Error:

Kesalahan berlogika karena tidak memperhatikan faktor yang lain. Contoh: Ketika harga BBM naik, maka tarif transportasi umum juga naik. Ketika harga BBM turun maka pemerintah memerintahkan tarif transportasi umum juga turun. Artinya, pemerintah hanya melihat naik turunnya tarif transportasi umum hanya dari harga BBM saja. Padahal ketika harga BBM naik, harga suku cadang, sembako dan setoran naik. Ketika harga BBM turun, harga suku cadangan, sembako dan setoran tidak turun

25. Appeal Logic Error:

Kesalahan berlogika karena menganggap sebuah imbauan bisa menyelesaikan masalah. Contoh: Pemerintah mengimbau agar masyarakat Indonesia menggunakan produk dalam negeri supaya perusahan-perusahaan dalam negeri tidak merugi atau bangkrut. Padahal persoalannya tidak cukup di situ. Kalau produk dalam negeri berkualitas tinggi dengan harga lebih dibandingkan produk sejenis yang diimpor, otomatis masyarakat akan memilih produk dalam negeri.

26. Popularity-Generalization Logic Error:

Kesalahan berlogika karena beranggapan orang yang populer itu orang yang mampu. Contoh: Beberapa lembaga survei politik mengumumkan hasil survei bahwa capres Si “A” adalah yang paling populer. Lantas, calon pemilih beranggapan bahwa Si “A” pasti mampu mengelola bangsa dan negara. Padahal, ukuran mampu atau tidak, tidak terletak kepada populer atau tidak populernya seseorang, tetapi terletak pada prestasi-prestasi yang pernah dimiliki capres tersebut.

27. Accuracy Logic Error:

Kesalahan berlogika karena tidak teliti membaca sebuah kalimat. Contoh: Si A pernah menulis di koran. Dia mengusulkan agar tujuh kata perlu dituliskan di belakang kata “Ketuhanan yang Mahasa Esa” menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa dengan Kewajiban Melaksanakan Syariat Agama bagi Para Pemeluknya”. Lantas Si B mengatakan bahwa Indonesia bukanlah Negara Islam. Si B tidak teliti membaca kalimat, sebab di dalam tujuh kata yang diusulkan, tidak ada kata Islam. Yang ada adalah kata Agama.

28. Similarity Logic Error:

Kesalahan berlogika karena menganggap semuanya sama. Contoh: Si A memesan teralis untuk lima jendelanya yang ukurannya kelihatannya sama. Tukang las datang dan hanya mengukur satu jendela saja. Setelah selesai, ternyata empat teralis lainnya tidak bisa dipasang karena terlalu besar atau terlalu kecil, terlalu panjang atau terlalu pendek. Ini akibat tukang las menganggap semua jendela ukurannya sama persis.

29. Symbolism Logic Error:

Kesalahan berlogika karena ingin dihargai orang lain karena memakai gelar. Contoh: Banyak orang Indonesia memakai gelar sarjana atau gelar haji dengan harapan ingin dihargai orang lain (sebagai status sosial). Padahal, kalau ingin dihargai orang lain syaratnya yaitu bertingkah laku dan bermoral baik.

30. Analogy Logic Error:

Kesalahan berlogika karena salah menggunakan analogi atau perbandingan. Contoh: Si A berpendapat bahwa semua umat beragama di dunia ini sebenarnya menyembah batu. Buddha menyembah patung Buddha Gautama, Kristen menyembah patung Yesus, Shinto menyembah matahari dan Islam menyembah batu yang ada di dalam Kaabah. Tentu itu merupakan analogi yang salah. Apa yang dilakukan oleh agama Buddha, Kristen dan Shinto adalah sebuah simbolis saja dan dibalik simbol itu ada Yang Maha Kuasa. Sedangkan umat Islam shalat menghadap kiblat/Kaabah bukan menyembah batu, tetapi merupakan simbol persatuan, kesatuan dan satu tujuan yang sama, yaitu menyembah Tuhan Yang Maha Esa.

31. Self-Appreciation Logic Error:

Kesalahan berlogika karena menganggap keberhasilan orang lain sebagai keberhasilan dirinya. Contoh: Parpol A mengklaim bahwa swasembada beras adalah hasil kerja kerasnya, padahal yang benar partai B lah yang melakukannya, sebab menteri pertaniannya berasal dari partai B. Pemerintah mengklaim bahwa cadangan devisa besar karena usahanya, padahal itu hasil kerja keras para TKI, eksportir dan para pelaku bisnis wisata.

32. Deficit-Word-Usage Logic Error:

Kesalahan berlogika karena menggunakan APBN/APBD defisit. Contoh: Pemerintah yang menggunakan APBN/APBD defisit, akan terbebani utang terus-menerus hingga ouluhan/ratusan tahun. Hal ini karena cara berlogika yang salah, yaitu “APBN/APBD disusun sesuai dengan kebutuhan. Padahal logika yang benar yaitu, kebutuhan harus disusun berdasarkan kemampuan APBN/APBD tanpa defisit.

33. Appearance-Based Logic Error:

Kesalahan berlogika karena menilai seseorang hanya dari penampilannya saja. Contoh: Si A menjalin kerja sama bisnis dengan Si-B yang berjilbab dan Si-C yang berpecil. Tidak ada perjanjian tertulis. Si A menganggap Si-B dan Si-C orang baik-baik. Belakangan, Si A baru sadar kalau dia ditipu oleh Si B dan Si C.

34. Imbalanced-Starting-Point Logic Error:

Kesalahan berlogika karena membuat perbandingan dengan kondisi start yang tidak sama. Contoh: Pendukung Presiden A mengklaim bahwa pemberantasan korupsi di era Presiden A jauh lebih baik dibandingkan presiden sebelumnya, yaitu Presiden B. Tentu, ini merupakan perbandingan yang tidak fair karena di era Presiden B, Kompisi Pemberantasan Korupsi baru dibentuk, sedangkan di era Presiden A komisi tersebut sudah bisa menjalankan tugas-tugasnya.

35. Egocentric-Opinion LogicError:

Kesalahan berlogika karena masing-masing mengklaim pendapatnya yang paling benar, padahal itu wewenangnya Tuhan. Contoh: Ulama A berpendapat, jika manusai mempunyai 49 persen dosa dan 51 persen pahala, maka dia bisa langsung masuk sorga dan semua dosa-dosanya akan diampuni. Sedangkan ulama B berpendapat bahwa, jika ada manusia punya 49 persen dosa dan 51 persen pahala, maka dia harus masuk neraka dulu untuk menebus semua dosanya. Sesudah itu baru diterima di sorga. Mana yang benar? Hanya Tuhan yang Maha Tahu.

36. Darwinism Logic Error:

Kesalahan berlogika karena tidak tahu adanya link yang hilang. Contoh: Darwin berpendapat bahwa manusia berasal dari kera. Namun, Darwin tidak mampu membuktikan teorinya berdasarkan teori-teori biologi, melainkan hanya berdasarkan teori evolusi berdasarkan penelitiannya sendiri. Fakta menunjukkan bahwa sampai hari ini anak kera tetap menjadi kera dan anak manusia tetap menjadi manusia. Yang benar, manusia purba memang mirip kera, baik wajah maupun bulu-bulu di tubuhnya.

37. Scoope-Related Logic Error:

Kesalahan berlogika karena. melihat persoalan hanya pada lingkup tertentu saja. Contoh: Seorang anggota DPRRI mengatakan bahwa kalau ada artis jadi anggota DPRRI, itu sama saja bunuh diri. Soalnya, penghasilan artis jauh lebih banyak daripada anggota dewan. Tentu, kesalahan logikanya hanya melihat artis yang sedang banyak order. Bagaimana jika yang ingin jadi anggota dewan adalah artis yang sudah tidak laku atau sepi order? Tentu, penghasilan sebagai anggota dewan jauh lebih tinggi.

38. Believe Logic Error:

Kesalahan berlogika karena berdasarkan kepercayaan saja. Contoh: .Si A percaya bahwa semua yang dikatakan Si B adalah benar. Padahal, apa yang dikatakan Si B belum tentu benar. Swebaliknya Si B menganggap Si A pembohong. Padahal Si A selalu berkata jujur

39. Specification-Misleading Logic Error:

Kesalahan berlogika karena tidak memahami spesifikasi. Contoh: Si A ingin membeli komputer Pentium 4 di Toko X. Si A menganggap harga di Toko X mahal. Dia kemudian ke Toko Y. Ternyata di Toko Y harga Pentium 4 lebih murah. Padahal, ada perbedaan spesifikasi komputer di Toko X dan Toko Y. Di Toko X komputer Pentium 4 memiliki spesifikasi RAM 512 MB dan harddisk 80 GB. Sedangkan di Toko B memiliki spesifikasi RAM 128 MB dan harddisk 10 GB.

40. Technical-Skill-Generalization Logic Error:

Kesalahan berlogika karena merasa memiliki keahlian lain. Contoh: Si A adalah tukang reparasi arloji. Suatu hari datang Si B membawa mesin ketik manual yang rusak. Dia tanya, apakah Si A bisa memperbaikinya. Si A berlogika, kalau memperbaiki arloji yang rumit saja bisa, tentu memperbaiki mesin ketik yang sederhana tentu bisa. Namun, setelah dicoba, kenyataannya Si A tidak bisa.

41. False-Thought Logic Error:

Kesalahan berlogika karena adanya anggapan yang salah. Contoh: Banyak yang beranggapan bahwa sepeda motor beroda tiga hanya boleh dikendarai oleh orang yang cacat, misalnya cacat kaki. padahal, semua orang boleh saja mengendarai motor tersebut.

42. Exaggerating Logic Error:

Kesalahan berlogika karena membanggakan orang lain. Contoh: Si A dalam bicaranya selalu membanggakan orang lain. Padahal, belum tentu orang yang dibanggakan belum tentu berkualitas.

43. Opinion-Usage Logic Error:

Kesalahan berlogika karena berbicara berdasar pendapat orang lain. Contoh: Si A di dalam berdiskusi atau berdebat selalu membawa-bawa ucapan orang lain (ulama, ustadz, ketua RT.RW, dan lain-lain) dan orang-orang lain yang dianggap berwibawa. Seolah-olah pendapat orang lain pasti benar. Padahal, belum tentu pendapat orang lain benar.

44. Diabetic-Definition Logic Error:

Kesalahan berlogika karena mengira penyakit diabetes hanya karena gula. Contoh: Sampai hari ini Si A beranggapan bahwa penyakit diabetes hanya diakibatkan oleh terlalu banyak mengonsumsi gula. Padahal, diabetes juga bisa terjadi karena karena keturunan.

45. Unfinished-Question Logic Error:

Kesalahan berlogika karena mengajukan pertanyaan yang tidak lengkap. Contoh: Rombongan mahasiswa rekreasi ke Pantai Rida, Jawa Barat. Untuk ke Pulau Rida, mereka harus naik perahu. Pimpinan rombongan bertanya, berapa biaya ke Pulau Rida. Tukang perahu menjawab Rp 50.000. Merekapun berangkat. Ketika akan pulang, tukang perahu bilang, kalau kembali ke pantai, biayanya Rp 100.000. Seharusnya, pimpinan rombongan bertanya berapa biaya pergi-pulang.

46. Nature-Unfriendliness Logic Error

Kesalahan berlogika karena tidak mau memprioritaskan kekayaan alam. Contoh: Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Sayang, kekayaan alam berupa tambang diserahkan ke investorasing dengan keuntungan yang jauh besar. Sementara itu sektor pertanian dan maritim tidak pernah menjadi prioritas utama di dalam APBN. Pemerintah lebih suka mengundang investor di bidang industri dan manufaktur.

47. Debt-Comprehending Logic Error:

Kesalahan berlogika karena mengandaikan pelunasan utang tanpa berpijak kepada realitas. Contoh: Ada yang berpendapat, Indonesia akan mampu melunasi semua utang luar maupun dalam negeri pada 2040. Itupun dengan asumsi pemerintahan mendatang tidak membuat utang lagi. Apa bisa? Tentu, tidak ada jaminan bahwa pemerintahan mendatang tidak akan membuat utang lagi kecuali harus ada undang-undangnya. Bahkan kalau perlu UUD 1945 berlu direvisi lagi.

48. Sloping-Target Logic Error:

Kesalahan berlogika karena mudah bergesernya target. Contoh: Pemerintah punya target, pada 2009 Indonesia bisa swasembada kedelai. Ternyata meleset. Lantas targetnya digeser ke 2014. Tentu ini cara berlogika yang salah. Yang benar, pemerintah telah gagal merealisasikan target 2009.

49. Doctor-Personality Logic Error

Kesalahan berlogika karena menganggap seorang dokter tidak mungkin bisa sakit. Contoh: Suatu hari Si A ke seorang dokter langganannya. Ternyata tutup. Di pintu ada pengumuman bahwa dokter tidak buka praktek karena sakit. Si A pun heran. Katanya, dokter kok bisa sakit. Bukankah dokter itu mengerti tentang ilmu kesehatan dan tahu caranya menghindari atau menyembuhkan penyakit? Si A lupa bahwa dokter adalah manusia biasa yang bisa sakit. Bahkan nabipun bisa sakit.

I was astonished while I was re-conpiling this posting as I realized, Damn, these facts are so Indonesian! Well, I don’t know for sure how long we will be able to correct all the mistakes above! Anyway, sekalian berpromosi, if you guys ever need an online consultation service for all your construction, housing, and or property stuff, please kindly visit my company’s official site Mandor Bangunan Online™ at www.mandorbangunanonline.com Feel free to browse and have a look at some of ours online service. Mandor Bangunan Online™ adalah layanan konsultasi konstruksi, bangunan, dan properti online yang mengedepankan prinsip Aman, Cepat, dan Efisien. Mandor Bangunan Online™ diharapkan menjadi layan konsultan bangunan online yang member solusi bagi semua masalah konstruksi Anda 🙂 Silakan kunjungi dan jangan lupa berlangganan update agar terus menerima informasi terbaru dari kami, atau jika berminat silakan mendaftar menjadi Affiliate Marketer kami. 🙂

Dimana negara saat warganya dianiaya?

Muak, mendengar begitu banyak berita penyiksaan terhadap TKI di negara lain. Sedemikian banyaknya, sampai hampir tidak terhitung, bukan hanya di Malaysia, bahkan di Saudi Arabia yang merupakan tempat di mana kiblat Islam berada, penyiksaan tetap saja berlanjut. Masih mending kalau dipukul, ini sudah dipukul, disetrika, diperkosa, ditusuk, dibunuh. Apa hal ini tidak akan menggiring opini publik yang justru akan menggeneralisasikan bangsa Arab sebagai bangsa penyiksa?

Mungkin bagi sebagian orang beralasan bahwa kalau di Saudi Arabia pembantu dianggap budak dan majikan sebagai pemilik budak bebas amelakukan apapun terhadap budaknya. Tapi, Islam tidak mengadakan perbudakan, bahkan menyuruh umatnya membebaskan budak. Masih jauh lebih sopan orang Indonesia (yang terdiri dari berbagai agama) terhadap pembantunya dibandingkan orang Saudi Arabia (ane pun terpakasa meng-generalisasikan orang Arab sebagai satu kesatuan). Mana ajaran Islam yang cinta damai, penyantun dan penuh kasih sayang? Mereka di Saudi Arabia justru bangsa yang akhirnya men-diskreditkan Islam sebagai agama yang melindungi kekerasan terhadap sesama, sebagai ajaran yang melindungi pemerkosaan dan pembunuhan terhdap orang yang bekerja sebagai pembantu di sana. Bukan hanya Saudi Arabia, Malaysia yang notabene didominasi Muslim, sepertinya juga diam saja terhadap masalah penyiksaan tenaga kerja.

Ok, tidak hanya menyalahkan negara lain, kita juga harus introspeksi diri, ada apa di negara kita sehingga banyak orang yang lebih tertarik bekerja di luar negeri dibandingkan di dalam negeri. KETIDAKPASTIAN! That’s the exact answer! Di negara kita sangat susah mencari lapangan pekerjaan, kalaupun ada, dengan tingkat upah yang terkadang SANGAT TIDAK MANUSIAWI! Sangat wajar kalau akhirnya kebanyakan orang memilih bermimpi untuk bekerja di luar negeri (bahkan walau harus jadi pembantu rumah tangga sekalipun). Ane masih ingat beberapa bulan lalu ada laporan/reportase di sebuah stasiun televisi yang menayangkan seorang karyawan SPBU yang selama lebih 10 tahun mengabdi hanya mendapatkan upah kurang dari 500rb sebulannya! Apa yang menarik lagi di Indonesia ini selain alamnya? Almost nothing! Upah yang pantas hanya bisa dinikmati oleh expatriate yang notabene justru menjadi penjajah di negeri ini. Tidak bermasuk menjadi orang rasis, tapi that’s the fact yang terjadi di negeri tercinta ini! Apa presiden masih tidak mau intervensi terhadap kenyataan ini? Kalau iya, apa fungsi Anda sebagai pemimpin? Sayyidina Umar R.A. saja pernah memikul sendiri karung beras ke tempat warganya yang kelaparan. Anda?

Another Life-Cycle Story

Just got home from Jeni’s crib in Bintaro, ga banyak yang diobrolin, cuma ngalor ngidul, tapi ada satu dua obrolan yang agak jelas, salah satunya, ga tahu kenapa kita malah ngebahas sejarah para nabi dan rasul serta silsilahnya. Dimulai dari pertanyaan Cecep yang sampai berdebat dengan istrinya mengenai siapa nabi yang dihanyutkan di sungai karena menghindari raja yang kejam yang akan membunuh semua bayi laki-laki yang lahir pada masa itu, sampai akhirnya terus merambat ke di mana sebenarnya Nabi Musa AS tinggal, bagaimana kisahnya waktu dikejar Fir’aun dkk. ke Laut Merah, ngebahas juga silsilah nabi mulai dari awal sampai terakhir Nabi Muhammad SAW, banyaklah. Tapi enaknya kita ngobrol sambil online source baik dari Wikipedia maupun Uncle Google menemani, jadi ga terlalu asal juga ngobrolnya.

Besok sudah mulai lagi perkuliahan di pascasarjana Menteng yang kelas malam, harusnya besok sudah langsung UTS untuk mata kuliah Consumer Behavior, tapi karena dosennya sudah 3 kali berturut turut ga masuk, jadi untuk mata kuliah ini sepertinya akan diundur. Paling besok kuliah penggani, Senin baru mulai UTS untuk Global Marketing yang diawali dengan presentasi dari kelompok kami mengenai Redefining A Brand yang dilakukan oleh SAMSUNG.

Tanggal 29 ini, my students di STAN bakalan mulai UTS mereka. Dalam surat undangan sekretariat untuk dosen, diberitahukan agar para dosen mata kuliah hadir untuk memberikan semangat. Memberi Semangat? I believe that semangatnya mahasiswa itu bukan saat dosennya datang, semangatnya mahasiswa itu kalau tahu dosennya enak, ga banyak ngasih tugas, tapi nilai aman. UTS dan UAS tahun kemaren juga sama, dikasih undangan biar dosennya hadir, untuk mata kuliah yang ane asuh, cuma ane sendiri yang datang, dosen yang lainnya? Waktu ditanya ke pihak sekretariat, mereka ada yang rapat lah, ada yang inilah, ada yang itulah. Sesibuk itukah para PNS yang jadi pengajar di STAN? Kalau memang ga bisa nyediakan waktu ngajar, kenapa juga namanya dimasukkan dalam daftar pengajar? Atau mungkin buku-buku di perpustakaan yang sudah sangat boleh dikatakan “uzur” namun ketika ditanya yang barunya bagaimana, alasan “pengadaannya dengan tender dan belum selesai” selalu muncul sebagai senjata andalan? Fakta yang sampai sekarang masih terjadi, ada satu mata kuliah yang buku panduannya masih diambil dari buku cetakan tahun 70-80an! Wajar kalau pola pikir mahasiswa dipaksakan jadi pola pikir “primitif”, padahal pengennya lulusan yang bervisioner. Piye? Pola pemikiran yang sangat njelimet dari instansi pemerintah, tapi ya sudahlah, ngomong dan berkomentar terhadap instansi pemerintah dan kebijakan yang mereka buat sama saja dengan NGOCEH DENGAN BATU, capek mulut udah jelas, batu nya bergerak sedikitpun tidak?

Hal lain yang mungkin menarik hari ini sepertinya tidak ada, karena memang tidak ada sesuatu yang beda dengan hari sebelumnya. Masih di rumah sendirian, my wife and daughter still stay in Bintaro for a while, paling sampai akhir bulan, my brother is still in Purwokerto, tapi kayaknya malam ini sudah dalam perjalanan langsung ke bandung for having a meeting on Friday. Simply alone. Kemaren ada rencana Mas Dian mau main ke rumah, tapi ga jadi, akhirnya, back to loneliness again for tonite. Dari pagi juga paling mantengin berita baru di detik.com, eneg, terutama berita berita yang menyangkut gayus dan sejenisnya. Presiden bilang ga intervensi hukum lah (padahal beberapa kasus lain, walaupun ga eksplisit, Presiden pernah seperti mengintervensi), Adnan Buyung yang malah mengedepankan fakta kalau tahanan lain juga banyak yang keluar bukan cuma Gayus (berasa dengar aduan anak kecil, yang kalau ketangkep berbuat salah, mulai ngajak orang lain juga buat teman dimarahi). Terlalu banyak baca berita politik, sepertinya akan sangat membuat otak dan moral kita terbelakang. Teringat tweet nya Gunawan Muhammad, “banyak artis kita yang jadi politisi, karena artis2nya yang multi talenta atau politisi kita yang “jongkok”?” I guess I am going with the second opinion. Bukti? Kalau udah ngomongin bukti semua yang terlihat dapat dijadikan bukti, walaupun nanti ujung-ujungnya dengan posisi dan uang semua bukti bisa dikaburkan. That’s Indonesia, my homeland country.

Off dulu, seeing my pillow, trying hard to close my eyes, looking forward to having Friday tomorrow. Have a nice rest, everyone! 🙂